Warisan Cinta untuk Masa Pubertas
Bekal cinta, pemahaman emosional, dan komunikasi terbuka bagi orang tua dalam mendampingi anak menyongsong masa akil baligh dan fase pubertas dengan tenang tanpa kecanggungan.
Catatan Reflektif & Peta Jalan Mempersiapkan Buah Hati Menyambut Kehadiran Adik Tanpa Merasa Tersisihkan
Naskah utuh dan lengkap dari tulisan ini dipublikasikan secara mandiri di blog pribadi Shierly. Anda dapat membaca seluruh paparan 4 langkah ikhtiar dan pengalaman personal keluarga Shierly melalui tautan referensi resmi berikut:
Pernahkah sebuah pertanyaan hening tiba-tiba melintas di kepala saat menatap wajah anak yang tertidur pulas: 'Nanti, kalau ada anggota keluarga baru, anakku akan merasa aku tidak adil tidak, ya?'
Pertanyaan itu tampak sederhana di permukaan, namun menyimpan beban emosional yang sangat dalam. Tidak sedikit dari kita yang masih menyimpan serpihan luka masa kecil karena pernah merasa dibandingkan atau merasa tergeser di dalam rumah sendiri. Secara naluriah, kita tentu tidak ingin mewariskan rasa sakit yang sama kepada anak-anak kita.
Kesadaran itulah yang menjadi titik tolak bagi Shierly dan suami (Huzair) untuk belajar dengan sangat serius. Membaca literatur psikologi perkembangan, mendalami konsep Sibling Without Rivalry, hingga berkonsultasi dengan psikolog serta praktisi pengasuhan anak. Persiapan tersebut diterjemahkan ke dalam langkah nyata yang dijalani dari hari ke hari.
“Cinta saja tidak cukup; cinta membutuhkan ilmu dan strategi agar pesan kasih sayang kita sampai dengan utuh ke dalam tangki emosi anak.”
— Shierly, Founder Umma Motherhood Cipanas & Penulis Journal Umma
Founder Umma Motherhood Cipanas & Penulis Journal Umma
Pendidik dan pegiat literasi yang mendedikasikan waktu untuk membangun support system keluarga dan pengasuhan anak yang sehat di Cipanas.
Ikuti Instagram @lindashirlyvPunya pandangan serupa, pertanyaan, atau ingin berbagi cerita pengasuhan keluarga Anda? Mari ngobrol langsung bersama Umma Shierly.
Bekal cinta, pemahaman emosional, dan komunikasi terbuka bagi orang tua dalam mendampingi anak menyongsong masa akil baligh dan fase pubertas dengan tenang tanpa kecanggungan.
Sesi edukasi daring interaktif bersama praktisi Montessori Hasna mengenai stimulasi sensori anak usia dini dan aplikasi prinsip Montessori di rumah.